Transformasi Layanan Umat | Oleh: Dr. Cecep Jaenudin, S.Ag, S.Pd.,M.M.

By administrator 11 Jan 2022, 09:43:50 WIB Artikel
Transformasi Layanan Umat | Oleh: Dr. Cecep Jaenudin, S.Ag, S.Pd.,M.M.

TRANSFORMASI LAYANAN UMAT

Oleh: Dr. Cecep Jaenudin, S.Ag, S.Pd.,M.M.

(Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Tangerang)

 

Kementerian Agama Republik Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peran penting dan strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama serta mewujudkan tatanan kehidupan beragama yang toleran, ramah bagi semua (Qoumas, 2022). Pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-76 Kementerian Agama mengusung tagline yaitu "Transformasi Layanan Umat" sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2021 tentang Hari Amal Bakti (HAB) ke 76 Kementerian Agama RI Tahun 2022 (Ali, 2022). Tagline Transformasi Layanan Umat ini memiliki dimensi inovasi yang sarat makna utamanya dalam menjawab tantangan perubahan dalam kehidupan umat beragama saat ini.

Transformasi Layanan Umat yang di usung Kemenag RI tentunya dapat dijadikan motivasi untuk mewujudkan penerapan tujuh program prioritas Kementerian Agama tahun 2020-2024. Hal ini juga selaras dengan pidato Menag RI (Qoumas, 2022), yaitu Kementerian Agama diharapkan terus berbenah. Berbagai prestasi yang telah diraih harus dipertahankan. Selain itu inovasi mewujudkan Kementerian Agama yang lebih baik juga perlu dilakukan sesuai tagline peringatan HAB ke-76: “Transformasi Layanan Umat”.

 

TUJUH PRIORITAS KEMENTERIAN AGAMA RI

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan tujuh program prioritas yang dicanangkan, yaitu: Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren, Religiosity Index dan Tahun Toleransi. Tujuh prioritas tersebut adalah:

  1. Menguatkan Moderasi Beragama

Kemenag sudah menyelesaikan peta jalan Moderasi Beragama. Saat ini, Kemenag sedang mengajukan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukumnya. Peta jalan tersebut nantinya akan menjadi panduan bersama, tidak hanya oleh jajaran Kemenag, tapi juga Kementerian/Lembaga serta instansi terkait lainnya. Hingga Desember 2021, tercatat  sebanyak 559 ASN Kemenag telah mengikuti pelatihan moderasi beragama.

  1. Transformasi Digital

Ikhtiar dalam meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital di Kementerian Agama ini antara lain telah dilakukan melalui penyediaan layanan Super App yang mudah diakses, lengkap, dan user friendly. Misalnya, layanan data perkawinan melalui aplikasi SIMKAH,  data pendidikan melalui aplikasi EMIS dan SIMPATIKA,  data kepegawaian melalui SIMPEG, data masjid-musalla melalui SIMAS. e-Pasraman adalah aplikasi layanan pendidikan Hindu berbasis digital. Sindu merupakan sistem aplikasi digital keumatan Hindu.

  1. Revitalisasi 106 KUA

Revitalisasi KUA telah menetapkan empat tujuan strategis, yaitu: peningkatan kualitas kehidupan umat beragama, penguatan peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan, penguatan program dan layanan keagamaan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.

  1. Cyber Islamic University

Ribuan guru madrasah yang tidak bisa kuliah S1 karena kendala jarak dan waktu menginspirasi Menteri Agama untuk menggagas Cyber Islamic University. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon pun ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pertama yang akan menerapkan pola pembelajaran serba online atau daring ini.

  1. Memperkuat Kemandirian Pesantren

Afirmasi terhadap Pesantren terus dilakukan Pemerintah. Tahun telah terbit Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres ini antara lain mengatur tentang Dana Abadi Pesantren, dan sekali lagi hal itu menjadi bentuk afirmasi negara pada pesantren.

  1. Religiosity Index (RI).

Kebijakan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer kualitas persaudaraan antar sesama umat Islam, sebangsa, dan umat manusia, sehingga dapat menjadi pusat pendidikan moderasi beragama dan kebhinnekaan dunia. RI diharapkan menjadi rujukan bagi banyak pihak sebagai early warning dan early response system kondisi ukhuwah Islamiyah, wahtaniyah, dan basyariyah. Hal ini juga sebagai alat bantu pemerintah dan dunia pendidikan dalam pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat (valid), terukur, dan terstruktur..

  1. Tahun Toleransi 2022.

Kebijakan yang ingin mewujudkan lahirnya suasana kebangsaan yang penuh toleransi tanpa diskriminasi. Konsep yang ingin dikembangkan menyangkut unsur perayaan keberagamaan dan pemenuhan hak konstitusi; penguatan komitmen penyelenggaran negara, penguatan toleransi dunia pendidikan, tempat ibadah dan ceramah agama, dunia usaha, penegakan hukum, dan interaksi di media sosial dengan tingkat hatespeech yang menurun.

 

TRANSFORMASI LAYANAN UMAT

Menurut pendapat Muhammad Nasir (2021) untuk menghadapi tantangan perubahan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, Kementerian Agama harus mampu membangun inovasi dan semangat baru. Diantara yang dapat di kembangkan dalam upaya percepatan Transformasi Layanan Umat adalah.

  1. Pertama, Inovasi Kolaborasi.

Kementerian Agama diserahi amanah membangun agama tanpa kecuali. Untuk melaksanakan amanah konstitusi tersebut, Kementerian Agama melakukan inovasi kolaborasi dengan semua unsur pemangku kepentingan untuk menggunakan potensi dan kekuatan secara bersama.

  1. Kedua, Aktualisasi agama dalam pembangunan.

Kementerian Agama berupaya menjadikan agama sebagai inspirasi pembangunan. Oleh sebab itu kekuatan agama harus mengejewantahkan dalam pengintegrasian nilai-nilai dalam masyarakat sehingga menjadi sebuah sistem yang terpadu dan mengukuhkan pemberlakuan nilai tersebut pada pemeluknya.

  1. Ketiga, Peneguhan Iman yang transformatif.

Iman merupakan bentuk idealisme dari edeologi dan amalan, bukan pengakuan terhadap nama atau syariat tertentu. Kata iman yang secara etimologis berarti “percaya”, berkaitan erat dengan “amanah” yakni kepercayaan yang mesti dilakukan umat manusia untuk memberikan solusi terhadap problem dirinya sebagai makhluk multidimensi (Burhani, 2001).

 

PENUTUP

Berdasarkan uraian diatas, sudah sewajarnya jika Kementerian Agama mengutamakan moderasi beragama dan transformasi layanan umat. Sebagaimana tagline peringatan hari amal bakti tahun ini.

  1. Transformasi Layanan Umat memiliki dimensi inovasi yang sarat makna utamanya dalam menjawab tantangan perubahan dalam kehidupan umat beragama saat ini.
  2. Program prioritas yang dicanangkan Kementerian Agama, yaitu: Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren, Religiosity Index dan Tahun Toleransi.. Di tahun 2022, juga mempersiapkan pencanangan sebagai Tahun Toleransi.
  3. Untuk menghadapi tantangan perubahan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, Kementerian Agama harus mampu membangun inovasi dan semangat baru. Diantara yang dapat dikembangkan dalam upaya percepatan transformasi layanan umat adalah ?novasi kolaborasi, aktualisasi agama dalam pembangunan dan peneguhan ?man yang transformatif.



Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment